Sekali, Dua Kali, Terjual!

Bagian dari Modul 1 dalam Bitcoin for Juniors →

enes-419fr-FRdezh-Hanspt-BRjakoaridnlrutrukbgcsdaelfihehihrhuitltnbplroslsvvi

Jenis KegiatanBermain peranLelang
Durasi45 menit
PartisipasiSeluruh kelas
Deskripsi

Dalam kegiatan ini, siswa berpartisipasi dalam lelang di kelas menggunakan “cangkang” (atau token) sebagai bentuk uang sederhana. Kelas menyelenggarakan lelang langsung dengan menjual benda-benda sehari-hari satu per satu kepada penawar tertinggi. Saat harga terbentuk selama lelang berlangsung, siswa mengamati bagaimana kelangkaan (keterbatasan barang dan uang) serta permintaan (berapa banyak orang yang menginginkan barang yang sama) menentukan “harga” suatu barang. Refleksi terbimbing menghubungkan hasil lelang mereka dengan gagasan inti tentang nilai, pertukaran, dan pembentukan harga, dengan menekankan bahwa harga tidak tetap dan setiap orang menilai benda yang sama secara berbeda.

Tujuan

Capaian Pembelajaran

  • Siswa mengenal secara langsung kelangkaan dan harga yang terbentuk dengan berpartisipasi dalam lelang langsung.
  • Mereka belajar bahwa benda memiliki nilai yang bergantung pada berapa banyak orang yang menginginkannya dan seberapa terbatas ketersediaannya.
  • Siswa memahami bahwa:
    • Kelangkaan membuat barang menjadi lebih bernilai.
    • Harga tidak tetap; harga bergantung pada permintaan.
    • Orang menilai berbagai hal secara berbeda.

Tujuan dalam Bahasa Siswa

  • Menggunakan cangkang untuk menawar dalam lelang dan melihat bagaimana harga berubah ketika banyak orang menginginkan barang yang sama dan jumlah barang tersebut terbatas.
Bahan
  • 10 benda kecil di kelas (menarik atau berguna: stiker, pensil, makanan ringan, penghapus, topi lucu, mainan, dan sebagainya)
  • Cangkang (atau token kertas/koin jika cangkang tidak tersedia) — setidaknya 3–5 per siswa
  • Papan tulis atau kertas plano dan spidol untuk mencatat penawaran agar terlihat oleh seluruh kelas
  • Perlengkapan tambahan: Lonceng lelang atau tepuk tangan/isyarat

Pengaturan

  • Hitung token awal setiap siswa dan letakkan 10 barang lelang di meja depan.

Prosedur

Langkah 1: Persiapan pembelajaran

5 menit

  1. Tunjukkan barang-barang lelang, sebutkan nama benda yang belum dikenal siswa, lalu bagikan cangkang sebagai uang untuk lelang hari ini dan minta siswa menghitungnya.
Langkah 2: Kegiatan

30 menit

Persiapan
  1. Jelaskan bahwa barang dijual satu per satu kepada penawar dengan jumlah cangkang tertinggi.
Peragaan
  1. Lakukan satu latihan penawaran: mulai dari satu cangkang, terima penawaran yang lebih tinggi, tampilkan penawaran agar terlihat oleh semua siswa, lalu tutup dengan “Satu kali, dua kali, terjual,” umumkan harganya, dan catat.
Lelang Langsung
  1. Lelang setiap barang mulai dari satu cangkang; catat harga akhirnya di tempat yang dapat dilihat semua siswa.
Pengingat
  • Ingatkan siswa untuk mengatur penggunaan uang: mereka tidak dapat menawar lagi setelah cangkang mereka habis.
Langkah 3: Penutup
  • Berikan barang kepada para pemenang dan ucapkan selamat kepada seluruh kelas.

Poin Utama

  • Berpartisipasi dalam lelang untuk mengeksplorasi bagaimana kelangkaan dan permintaan memengaruhi harga.

Pertanyaan Diskusi

  1. Pajang semua barang beserta harga akhirnya di papan/dinding.
  2. Tanyakan:
  3. Barang mana yang paling mahal? Mengapa?
  4. Apakah ada barang yang nilainya rendah? Mengapa?
  5. Apakah semua orang menginginkan barang yang sama?
  6. Apakah ada yang kehabisan cangkang terlalu cepat?
  7. Tekankan: Harga terbentuk dari nilai dan kelangkaan.
  8. Jelaskan definisi istilah-istilah ini dan tuliskan di papan tulis.

Catatan

Pengelolaan kelas
  • Sebagian siswa mungkin menganggap konsep ini tidak adil. Mereka mungkin kalah dalam penawaran untuk barang yang mereka inginkan. Perhatikan bahwa hal ini dapat menjadi pengalaman belajar yang negatif. Tawarkan kesempatan untuk melakukan perdagangan lebih lanjut dan barter (lihat Diferensiasi di bawah).
Diferensiasi
  • Mengatur pembagian token dapat mengubah hasil kegiatan. Cara paling sederhana dan adil adalah membagikan token secara merata. Namun, ini bukanlah situasi yang paling realistis. Pembagian yang tidak merata dapat diterapkan pada siswa yang lebih mahir untuk membahas mobilitas keuangan dan ketimpangan.
  • Siswa yang lebih muda: Jika siswa kesulitan mengajukan tawaran, Anda dapat meminta tawaran dari setiap siswa dalam kelompok secara bergiliran.
  • Pembelajar bahasa Inggris/Aksesibilitas: Anak-anak dapat menunjukkan tawaran mereka dengan meletakkan cangkang kerang di tengah meja, seperti dalam permainan poker.
Kegiatan Lanjutan & Pengisi Waktu
  • Jika tidak ada barang yang benar-benar dibagikan: alih-alih membagikan barang, siswa menuliskan pada kertas catatan tempel berapa harga setiap barang yang menurut mereka seharusnya dibayarkan. Bandingkan “prediksi” mereka dengan hasil lelang yang sebenarnya.
  • Hal ini membuat kegiatan lebih bersifat teoretis dan memungkinkan kegiatan diulang tanpa memerlukan hadiah.
  • Jika waktu memungkinkan, pasar pertukaran dapat dibuka bagi siswa yang tidak puas dengan hasil lelang. Siswa dapat didorong untuk melakukan barter dan menggunakan sisa cangkang kerang untuk saling bertukar barang. Kegiatan ini dapat dilakukan secara terstruktur dan dipandu oleh guru, atau secara terdesentralisasi dan spontan, sehingga siswa dapat mengambil inisiatif.
Saran tugas

Ceritakan kepada orang tua atau pengasuh tentang salah satu barang yang dilelang dan alasan harganya berubah. Tanyakan apa yang menurut mereka dapat membuat harga naik atau turun.